Refleksi Perjuangan Para Wali: Ziarah Auliya’ dalam Rangka HUT MA Manbaul Ulum

Dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34, MA Manbaul Ulum Tlogorejo menggelar kegiatan Ziarah Auliya’ yang diikuti oleh dewan guru dan karyawan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenang jasa para wali Allah yang telah berjasa dalam menyebarkan Islam di tanah Jawa, sekaligus memperkuat spiritualitas dan kebersamaan di kalangan tenaga pendidik.

Kegiatan Ziarah dimulai dari Makam Kadilangu, Demak, tempat peristirahatan Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga dikenal sebagai wali yang bijaksana, dengan pendekatan dakwah yang adaptif dan kreatif. Beliau menggunakan seni, budaya, dan tradisi lokal untuk menyampaikan ajaran Islam dengan cara yang dapat diterima masyarakat luas. Dalam suasana khidmat, rombongan mendoakan beliau sembari merenungkan nilai-nilai kebijaksanaan dan inovasi yang dapat dijadikan teladan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam mendidik generasi muda.

Perjalanan berlanjut ke Makam Sunan Muria, yang terletak di lereng Gunung Muria, Kudus. Sunan Muria dikenal dengan kesederhanaan dan keteguhannya dalam berdakwah di daerah pedalaman. Beliau mengajarkan Islam dengan pendekatan yang ramah dan membumi, sehingga mampu diterima oleh masyarakat desa dan pegunungan yang relatif terisolasi. Di lokasi ini, para guru dan karyawan MA Manbaul Ulum merenungkan keteladanan beliau dalam keikhlasan dan kesederhanaan. Doa bersama dipanjatkan, memohon agar semangat perjuangan Sunan Muria dapat menginspirasi langkah-langkah mereka dalam mendidik siswa.

Destinasi terakhir adalah Makam Simbah Mutamakkin di Kajen, Pati, seorang ulama besar yang dikenal dengan keteguhan akidahnya dan keberaniannya dalam menegakkan kebenaran. Beliau merupakan sosok ulama yang tegas dan istiqamah dalam menyampaikan nilai-nilai Islam, meskipun harus menghadapi berbagai tantangan dan rintangan. Di makam ini, rombongan melaksanakan doa bersama, mengingat jasa beliau sebagai simbol keteladanan dalam menjaga prinsip dan integritas.

Kepala Madrasah, Bapak Imam Buchori, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan Ziarah Auliya’ bukan hanya bentuk penghormatan kepada para wali, tetapi juga sebagai refleksi spiritual untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan, kebijaksanaan, dan keteladanan mereka dalam kehidupan sehari-hari. “Para wali yang kita ziarahi memberikan banyak pelajaran berharga tentang keberanian, kesederhanaan, dan kebijaksanaan. Nilai-nilai ini sangat relevan bagi kita sebagai pendidik dalam membimbing generasi muda menuju jalan yang benar,” tuturnya.

Ziarah Auliya’ ini diharapkan dapat memperkuat semangat dan motivasi para guru dan karyawan dalam menjalankan peran mereka sebagai pendidik. Selain menjadi ajang mempererat kebersamaan, kegiatan ini juga menanamkan rasa syukur atas perjalanan panjang MA Manbaul Ulum yang telah mencapai usia 34 tahun.

Dengan penuh khidmat dan rasa syukur, Ziarah Auliya’ ini menjadi bagian bermakna dalam perayaan HUT ke-34 MA Manbaul Ulum. Kegiatan ini membuktikan bahwa peringatan HUT madrasah tidak hanya dirayakan dengan kemeriahan, tetapi juga dengan refleksi mendalam terhadap nilai-nilai spiritual dan perjuangan para pendahulu.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *